Jumat, 28 Oktober 2016

0 FILM TAK KEMAL MAKA TAK SAYANG


Samarinda, 2006. Kemal ’17 thn’, seorang pelajar SMU dari Samarinda yang selalu mendambakan wanita tercantik untuk menjadi kekasihnya. Ia memiliki pola pikir yang absurd, sulit berfokus dan sulit ditebak. Karakternya ini menyebabkan dirinya lama menjomblo dan berulang kali gagal dalam percintaannya. Wanita tercantik yang ia idam-idamkan adalah Raisya ’17 thn’, gadis tercantik di sekolahnya tapi juga berani dan ekspresif. Masalahnya adalah, Raisya adalah kekasih dari Nanda ’18 thn’, cowok ganteng, keren, jagoan di sekolahnya, sekaligus pemimpin geng. Usaha Kemal dalam menarik perhatian Raisya, berbuntut pada duel antara dirinya dengan Nanda. Menjelang duel, Kemal berlatih dengan ayahnya yang merupakan juara beladiri kapoeira tingkat nasional. Dibantu Khalil ’17 thn’, teman dekat sekaligus teman sekelasnya, Kemal berusaha mengakali tantangan Nanda dengan cara uniknya. Perkelahian mereka malahan menimbulkan kelucuan demi kelucuan, hingga Nanda berhasil ia kalahkan.
Kemal yang merasa bangga atas kemenangannya, segera memberanikan diri untuk menembak Raisya. Tapi Raisya justru menolaknya karena ia tidak menyukai keagresifan Kemal. Setelah lulus SMU, Kemal pindah ke Jakarta dan kuliah di Institut Seni Jakarta (ISJ), mengambil jurusan teater yang sesuai dengan jiwanya. Di kampus itu, ia berteman dekat dengan Jovi ’20 thn’ dan Hifdzi ’20 thn’ yang sama-sama memiliki sifat absurd, spontan dan unik seperti dirinya. Disitupun, ia jatuh cinta pada teman kuliahnya yang terkenal cantik, Putri ’20 thn’. Kemal berusaha mendekati Putri dibantu kedua temannya Namun sayang, Putri pada akhirnya menolak dirinya juga. Akhirnya Kemal mengikuti audisi acara kejuaraan Stand Up Comedy. Tujuannya adalah menjadi terkenal sehingga bisa menjadi pujaan para wanita. Kemal bekerja keras mengikuti berbagai tahapan kejuaraan tersebut. Akhirnya namanya semakin dikenal banyak orang karena gaya lawaknya yang tergolong absurd. Dalam kejuaraan tersebut, ia berhasil meraih juara ke 3 dan sering diundang ke berbagai kota untuk mengisi acara sebagai stand up comedian. Dari sanalah jalannya untuk mendapatkan wanita yang paling diidam-idamkannya dapat tercapai. Siapakah yang akhirnya menjadi kekasih Kemal??? Cari tau jawabannya di film TAK KEMAL MAKA TAK SAYANG!!

# Detail Film Tak Kemal Maka Tak Sayang 2014 :
Movie Tayang : 23 Oktober 2014
Genre : Comedy
Produser : Dhamoo Punjabi, Manoj Punjabi
Produksi : MD Pictures
Sutradara : Fajar Bustomi
Penulis : Kemal Palevi, Jovial da Lopez
Runtime :
Rating: R
Casts:
Kemal Palevi
Ajun Perwira
Ana Octarina
Andovi da Lopez
Gofar Hilman
Jovial da Lopez
Laudya Cynthia Bella
Rayi Putra


Download : klik disini

0 POWER POINT PSIKOLOGI UMUM TENTANG EMOSI

EMOSI

      Emosi secara bahasa adalah bergerak keluar sedangkan menurut istilah emosi adalah sutu konsep yang sangat majemuk sehingga tidak ada satupun definisi yang diterima secara universal. Emosi sebagai reaksi penilaian (positif/negatif) yang kompleks dari sistem syaraf seseorang terhadap rangsangan dari luar atau dari dalam dirinya sendiri. Contoh : gembira, bahagia, terkejut, benci.
      Perasaan dan emosi merupakan suatu kelangsungan kualitatif yang tidak jelas batasannya, sehingga perbedaan antara keduanya tidak bisa dijelskan secara tegas.
Komponen emosi :
1. Respon tubuh internal, terutama yang melibatkan sistem saraf otonomik.
2. Keyakinan atau penilaian kognitif bahwa telah terjadi keadaan positif atau negatif tertentu.
3. Ekspresi wajah.
4. Reaksi terhadap emosi. 

Untuk pptx-nya silahkan download di bawah ini :
1. Versi 1
2. Versi 2

0 POWER POINT PSIKOLOGI UMUM TENTANG EMOSI DAN KECERDASAN EMOSI

Emosi
Kata emosi berasal dari bahasa Prancis emotion, dari kata emouvoir, yang berarti kegembiraan. Selain itu emosi juga berasal dari bahasa Latin emovere yang berarti “luar” dan movere yang berarti “bergerak”. Lahey (2003) mengatakan emosi merupakan suatu hal yang dihasilkan oleh fisiologis yang menyebabkan munculnya reaksi emosi. Reaksi ini tidak dapat dibaca namun hanya dapat dilihat dari ekspresinya dan perilaku saja.
Menurut Prezz dalam Syukur (2011) emosi merupakan reaksi tubuh saat menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi sangat berkaitan erat dengan aktivitas kognitif (berfikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi yang dialaminya. Reaksi manusia terhadap hadirnya emosi, disadari atau tidak memiliki dampak yang bersifat membangun atau merusak. Dengan demikian bisa dikatakan emosi tidak hanya merupakan reaksi terhadap kondisi diri sendiri maupun luar diri sendiri, tetapi juga upaya pencapaian ke arah pembentukan diri menuju hidup yang transendental (spiritual). Sementara itu, menurut Lazarus (dalam Gross, 2002) menyatakan bahwa emotions represent the ‘wisdom of the ages” – emosi-emosi mengambarkan “kebijaksanaan usia”, membutuhkan respon-respon yang telah teruji waktu terhadap masalah-masalah adaptif yang berulang. Hal yang penting, bagaimanapun, emosi-emosi tidak memaksa kita untuk berespon dalam suatu cara  tertentu, emosi-emosi hanya membuat kita lebih berkemungkinan untuk mengambil tindakan tertentu. Hal inilah yang membuat kita mampu untuk mengatur emosi kita. Saat merasa takut, kita bisa saja lari, namun tidak selalu akan berlari. Saat marah, kita bisa saja menghantam sesuatu, tetapi juga tidak selalu. Bagaimana kita meregulasi emosi kita merupakan suatu persoalan dari bagaimana kesejahteraan (well-being) tidak mungkin dipisahkan dari kaitannya dengan emosi kita.
Menurut Frijda (dalam Nyklicek, Vingerhoets, Zeelenberg, 2011) emosi adalah fenomena dasar dari fungsi manusia, secara normalnya memiliki nilai adaptif untuk meningkatkan keefektifan kita dalam hal mencapai tujuan kita dalam arti yang lebih luas. Pada level antar individu, emosi membantu menginformasikan kepada orang lain mengenai emosi yang mendasari dan maksud suatu perilaku. Pertukaran informasi antar masing-masing orang merupakan hal yang penting bagi suatu hubungan antar manusia, hal yang menentukan dari kesejahteraan sosial dan psikologis. Selain itu juga berfungsi sebagai intrapersonal atau hubungan dengan dirinya sendiri. Seperti dalam hal memperoleh insight kedalam nilai personal seseorang yang penting untuk mengambil suatu keputusan.
Berdasarkan dari berbagai definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa emosi adalah respon kognitif, perasaan, dan perilaku yang muncul akibat stimulus tertentu.

Untuk powerpoint-nya silahkan download disini

Rabu, 19 Oktober 2016

0 RESENSI BUKU MANAJEMEN PENDIDIKAN


Judul : MANAJEMANEN PENDIDIKAN
Pengarang : Dr. H.E. Syarifudin, M.Pd.
Penerbit : Diadit Media
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2011
Ukuran : 10 x 14 cm
Jumlah Halaman : viii, 172
ISBN : 979-1815-74-7
Setelah meniti karir sejak 1990 di bidang pendidikan Menengah, Atas, dan Perguruan Tinggi, Dr. H. Encep. Syarifudi, M.Pd. mengabdikan dirinya sebagai Dosen Fakultas Tarbiyah dan Adab IAIN “SMH” Banten dan Dosen/Tutor S1 Universitas Terbuka UPBJJ Banten dari tahun 2004 sampai dengan sekarang. Sebelumnya Beliau juga pernah menjadi guru MTsN Serang dan SMA Nurul Huda Jakarta, Dosen Fakultas Syari’ah IAIN “SGD” Serang 1995, Dosen STAIN “SMHB” Serang Jurusan Tarbiyah (1997-2004), Pembantu Dekan 1 Fakultas Agama UNMA (2001-2008), dll.
Setelah Beliau Menamatkan Program Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2006, Beliau juga telah menuliskan banyak Karya Ilmiah yang di antaranya : Peranan Pengetahuan Kepemimpinan Kepala Sekolah (2001), Pengaruh Pengetahuan Kepemimpinan dan Etika guru terhadap Pengolahan Kelas (2002), Analisis Teoritik Disiplin Kepala Sekolah hubunganya dengan Keberhasilan Siswa (2003), Administrasi dan Manajemen Pendidikan sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Pendidikan (2004), dll, mendorong ia menuliskan buku yang berjudul Manajemen Pendidikan (2011) yang diterbitkan oleh Diadit Media di Jakarta.
Buku ini disusun didasarkan pada mata kuliah yang diberikan pada LPTK pada Fakultas Pendidikan/Tarbiyah pada Universitas/Intitut/Sekolah Tinggi Keguruan.
Buku ini disusun secara singkat baik isi maupun pembahasannya, sehingga pembaca atau mahasiswa dapat memahami manajemen pendidikan secara teoritik dan dapat mengaplikasikan dalam praktik di lembaga pendidikan.
Daftar Isi dari Buku Manajemen Pendidikan :
BAB 1. KONSEP DASAR MANAJEMEN
  1. Pengertian Manajemen
  2. Falsafah Manajemen
  3. Perkembangan Teori Manajemen
  4. Fungsi-fungsi Manajemen
BAB 2. KONSEP DASAR PENDIDIKAN
  1. Filsafat Pendidikan
  2. Penertian Pendidikan
  3. Tujuan Pendidikan
  4. Tugas dan Fungsi Pendidikan
BAB 3. PERENCANAAN DALAM PENDIDIKAN
  1. Pengertian Perencanaan, Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pendidikan
  2. Fungsi, Kerakteristik, Unsur, dan Perencanaan Perencanaan Pendidikan
  3. Hubungan antara Perencanaan Pendidikan dengan Manajemen Pendidikan
  4. Hambatan-hambatan dalam Perencanaan Pendidikan
  5. Jenis dan Jenjang Perncanaan Pendidikan
BAB 4. PENGORGANISASIAN
  1. Pengertian Organisasi
  2. Type-type Organisasi
  3. Struktur Organisasi
  4. Pengertian Pengorganisasian
  5. Prinsip Pengorganisasian
BAB 5. PENGAWASAN PENDIDIKAN
  1. Pengawasan dalam Pendidikan
  2. Supervisi sebagai Pengawasan terhadap Lembaga Penddikan
  3. Akreditasi sebagai Sarana Pengawasan dan Penilaian Mutu terhadap Lembaga Pendidikan
BAB 6. KEPEMIMPPINAN PENDIDIKAN
  1. Pemimpin dan Kepemimpinan
  2. Kepemimpinan Pendidikan
  3. Syarat-syarat Seorang Pemimpin
  4. Fungsi Kepemimpinan
  5. Gaya Kepemimpinan
  6. Efektivitas Kepemimpimnan
BAB 7. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
  1. Pengertian Komunikasi
  2. Peran Komunikasi dalam Organisasi Pendidikan
  3. Komponen-komponen Komunikasi dalam Organisasi
  4. Proses Komunikasi
  5. Hambatan-hambatan dalam Komunikasi
  6. Variabel yang Mempengaruhi Komunikasi
  7. Dimensi-dimensi Komunikasi
  8. Sistem aliran dalam Komunikasi
  9. Efektivitas Komunikasi

Selasa, 30 Agustus 2016

0 Essai bertema Kontribusi Pemuda dalam Pendidikan untuk Membangun Generasi Emas Indonesia 2045

EKSISTENSI PEMUDA UNTUK MEMBANGUN PERADAPAN DUNIA PENDIDIKAN
Pada saat zaman penjajahan kolonial belanda berbagai upaya di lakukan olah belanda untuk menstimulus pemikiran rakyat pribumi agar mengkesampingkan atau bahkan menarik diri dari dunia pendidikan, maksud dari keinginan belanda tersebut tentu  sangat beralasan, di samping keinginan melakukan pembatasan kasta dan kelas pembeda antara belanda dan pribumi, kegiatan tersebut juga suatu bentuk pembodohan masal kepada pemuda agar terbentuk suatu generasi pasif yang tunduk kepada kolonial.                                                                             Semakin pribumi bodoh maka kolonial semakin kaya. Mungkin kata demikian dapat menggambarkan maksud keji dari pembodohan yang di lakukan pada zaman penjajahan.            
Dari sepenggal kisah masalalu tersebut tentunya jadi suatu bahan pemikiran, betapa pendidikan menempati posisi yang sangat urgent dalam eksistensi pembangunan dan menjaga kedaulatan negara.Lalu bagaimana pendididikan kini, apakah sudah sesuai dengan cita-cita reformasi ? . Dapat dikatakan betapa tragisnya pendidikan di negeri ini. Para siswa maupun mahasiswa sungguh sangat di bingungkan dengan keputusan para pemangku kebijakan. Perombakan di lakukan di sistem kabinet dengan maksud menyelesaikan masalah yang akhirnya justru menimbulkan masalah baru, akibat dari keputusan yang tidak selektif. Krisis dalam berbagai akspek kehidupan berbangsa pun tidak terelakan lagi. Indonesia sudah sangat kompleks dalam menghadapi segala permasalahan, tidak hanya pada krisis moral dan kepercayaan para pemimpinnya, akan tetapi juga krisis pendidikan yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Kemandirian bangsa tinggallah cita-cita yang bersifat fluktuatif di makan arus moderenisasi global yang semakin berkembang tanpa filter .
Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam namun berbanding terbalik dengan sumber daya manusia nya yang seolah-olah tidak berjalan searah. Karena pada kenyataannya berlimpahnya sumber daya alam itu tidak menjadikan negara ini lebih unggul, atau bahkan untuk sejajar dengan kemajuan bangsa lain masih sulit, bisa di bilang sudah jauh tertinggal. Timbul pertanyaan dalam benak kita, lantas siapa yang bertanggung jawab besar untuk membenahi pendidikan Indonesia di masa yang akan datang. Sebagai generasi muda tentu kita tidak sertamerta hanya berpangku tangan. Sebagai pemuda yang tangguh di tuntut untuk berfikir dan bertindak nyata demi pembangunan khususnya di dunia pendidikan,                                

PENYIAPAN GENERASI EMAS INDONESIA 

Setiap kita pasti senantiasa memperingati hari-hari bersejarah, menjadi penting untuk merefleksikan kembali makna yang terkandung di dalamnya. Baik dari perspektif kekinian untuk aktualisasi makna maupu persfektif kenantian untuk antisipasi masa depan.
Kita tentu meyakini bahwa pendidikan merupakan suatu rekayasa sosial yang paling penting untuk  meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan. Dalam kaitan itulah hardiknas( Hari Pendidikan Nasional ) selalu di peringati , tentu dengan harapan dapat merpertajam peran pendidikan guna menyiapkan generasi emas, yang memiliki kesejahteraan tinggi dengan memegang teguh harkat dan martabat baik individu maupun berbangsa
Peringatan hari kemerdekaan 17 agustus 2016, tentu jadi tolak ukur bahwa tanpa di sadari Indonesia sudah menggenggam kemerdekaan selama 71 tahun lamanya. Pada priode kurun waktu yg tidak lama Inilah mungkin bisa di katakana kesempatan terakhir untuk menyiapkan generasi emas yang akan menjadikan bangsa dan negara Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera sebagaimana di cita-citakan oleh para pendiri. Sekaligus, menyiapkan 100 tahun Indonesia merdeka (2045) serta sebagai khidmat,tanda bakti dan terimakasih kepada pejuang serta pendiri bangsa.
Masa 30-an tahun tersebut tidaklah lama, kalau kita berbicara tentang kurang baiknnya pendidikan dan nasib indonedia. Karena itu, saatnya sekarang kita harus melakukan investasi besar-besaran di bidang sumber daya manusia . kalau tidak maka siap-siaplah kita akan menjadi bangsa yang merugi 
Harus senantiasa berusaha
Tidak dapat di pungkiri bahwa permaslahan di dunia pendidikan memangtidak pernah ada habisnya, mentri pendidikan dari cabinet apapun mengatakan dan selalu mengatakan , jika permasalahan di dunia pendidikan dapat di selesaikan. Jika terbukti mungkin sekarang Indonesia sudah menjadi negara maju yang bisa duduk santai sambil hengkang kaki. Namun ironi sekali faktanya bangsa ini sudah berani hengkang kaki saat permasalahan di pendidikan masih banyak di temukan dan belum terselesaikan secara benar.
Di sinilah pentingnya peran pemuda untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kemuliaan hati, serta menjadi pelopor kebangkitan bangsa dengan rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi. 

 

INDAHNYA BERBAGI™ Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates